Caleg Juga Pejuang?

Terlepas dari apa yang terniatkan. Namun apapun yang dilakukan calon legislatif merupakan sebuah bentuk perjuangan. Mereka bisa saja, teman, sahabat, kawan, saudara, bapak dan ibu kita.

Mereka juga harus berusaha. Yang namanya usaha tentu bisa berhasil dan tentu bisa saja gagal. Mereka yang gagal tentu saja, harus merasakan sakit. Ini juga harus berpulang kepada imun tubuh dan psikologis masing-masingnya.

Yang berhasil tentu saja, tertawa gembira. Menikmati hasil perjuangan tidaklah salah. Biaya perjuangan besar, tentu saja harus sesuai dengan hasil yang didapatkan.
Kembali pada niat, apakah semuanya berniat untuk berjuang. Walaupun hampir seluruhnya berjanji akan memperjuangkan konstituen pemilih, tentu saja tidak semuanya akan terpenuhi. Kadang lidah terseleo berjanji walau kayak burung Beo.

Politik, bagi sebagian besar masih hal yang aneh, geli, menjengkelkan, asing. Tentu saja, demokrasi yang tercetus dari maklumat X tersebut, hanya akbrab ketika pemilihan umum atapun pemilihan kepala daerah. Sesudah itu hilang bagaikan gaung gua tak berujung.

Caleg juga penjahat?. Bisa saja, jika niat dan prilakunya Jahat. Namun Jahat bagi siapa, masyarakat, partai, konstituen, atau diri sendiri. Caleg juga bisa disebut penghianat, jika mengingkari apa yang dijanjikannya. Jahatkah mereka, jika itu dilakukan?

Caleg dikelilingi penjahat? bisa saja terjadi. Jika orang-orang disekelilinginya memanfaatkan situasi ini, untuk kepentingan pribadi. Berjanji akan berbakti, mendapatkan sedikit upeti, demi persahabatan abadi. Jika dimungkiri, mungkin juga orang yang mengelilingi caleg itu bisa disebut penjahat?. Mana yang jahat, Caleg jadi penjahat, orang keliling Caleg yang jadi penjahat.

Caleg pejuang?Bisa jadi berjuang untuk diri sendiri, untuk partai, untuk kelompok, untuk masyarakat, ataupun untuk siapa saja. Nah anda sendiri siapa?.

Advertisements