Kami memberikan Arti Pada Ketakutan ini

Satu tahun telah berlalu. Sisa reruntuhan masih terlihat juga. Daerah ini masih terlihat gamang, begitupun perasaan yang tidak pernah tenang. Goncangan 30 September 2009 silam, masih terbayang. Waktu itu rasa takut begitu menyusut. Beban profesi mendokumentasikan setiap detik peristiwa penting dan jarang terjadi, terlalu melingkupi. “Jangan lupa ambil handycam,” sebut ku kepada seluruh reporter yang sedang berjibaku membuat laporan tugas satu hari. Goyangan gempa makin mengguncang. Mereka masih ada yang bingung, sebagian besar berusaha menjalankan tugas dari suara mencari kamera, senjata kerja, sebagian kecil masih terbingung-bingung. “Gampo…gampo Continue reading

Advertisements