Tak Mengemis Justru jadi Jutawan

Kisah Si Buta dan Ibu yang Lumpuh Masih ingat dengan perjalanan hidup Buyuang Feri (45) yang buta dan Nila (70), amai —sapaan akrab untuk ibunya— yang dimuat di Padang Ekspres, pertengahan April 2006? Ternyata, kehidupan yang dijalani dengan ikhlas, pantang menyerah dan (ini yang lebih penting dalam prinsipnya,—red) pantang untuk mengemis, justru menghadirkan ending bagaikan kisah sinetron. Keduanya, kini menjadi jutawan. Ini bukan kisah sinetron. Continue reading

Advertisements

Bicara Birokrasi Berbelit-Belit

Terlalu klasik berbicara birokrasi di Indonesia. Jawabannya juga sederhana, berbelit-belit, neyebelin, dan nyakitin. Walau sederhana namun latah malah turun temurun.

Birokrasi ada dimana-mana. Berbelit-belit dimana saja. Terutama yang berbau pemerintahan. Pegawai merasa paling harus dihargai, paling harus diikuti. Continue reading

Kentut dan tipe Orangnya

Orang SOPAN & JUJUR : Orang yang kalau kentut selalu bilang : “Maaf saya mau kentut dulu”

Orang SOK BERSIH : Orang yang kalau kentut celana dilepas dulu

Orang PENUH MISTERI : Orang yang kalau kentut tidak pernah diketahui oleh rrang lain

Orang SOSIAL : Orang yang selalu kipas-kipas setiap selesai kentut

Orang SOMBONG : Orang yang suka mencium kentutnya sendiri. Continue reading

Semangkuk Nasi Putih

Based on True story

Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan
sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia
masuk ke dalam restoran tersebut. Continue reading

Waspadai Sakit Perut

Hari itu, Dina (32) meminta izin pulang lebih cepat dari kantornya.
S eja k Pagi, Dina merasa pusing dan mual. “Aku masuk angin nih,” keluhnya pada Fahmi (35), suaminya melalui telepon.

Setiba di rumah, Dina memesan bubur ayam serta teh panas untuk mengurangi rasa tak enak badan yang dideritanya. Setelah kerokan, ia mengoleskan minyak kayu putih ke seluruh badannya, sebelum beranjak tidur. Continue reading

Bunda, Dampingi Anakmu Di Masa Emas Mereka

oleh Siti Aisyah Nurmi

Para ahli psikologi anak bilang: lima tahun pertama adalah masa emas bagi seorang anak. Tahun-tahun emas. Ibuku selalu mengingatkan aku dulu ketika mereka (putra-putriku) masih kecil: Masa kecil mereka tak terulang dua kali. Benar sekali. Waktu yang pergi tak akan kembali, masa kecil yang berlalu tak mungkin diulang. Seberapa pentingnya-kah masa emas ini? Sesudah si kecil menghirup udara kotor dunia pada detik-detik pertama hidupnya, sejak saat itulah ia mulai belajar dari pahit getirnya dunia. Tarikan nafas pertama memperkenalkannya dengan kebutuhan dasar. Bernafas.Para pakar menganjurkan pada detik-detik pertama tersebut si kecil segera diperkenalkan pada bundanya. Maka bayi merah yang bahkan masih licin tersebutpun diletakkan di atas dada bunda yang sedang sumringah bahagia. Tatapan pertama antara keduanya. Apa yang kau lihat pada dirinya wahai bunda? Banggakah dikau? Kecewakah? Kebencian kah? Continue reading