Normal Kembali Tidak Normal

Satu bulan berlalu. Gempa tujuh koma, yang menghancurkan Kota Padang dan sekitarnya mulai menghilang di balik kenangan. Walaupun sisa reruntuhan gedung dan debu masih menghiasi ibukota Sumatera Barat.

Pada malam Minggu, akhir Bulan Oktober. Tidak jauh dari reruntuhan bangunan di daerah Pondok. Puluhan sepeda motor dan mobil kembali parkir, di halaman sebuah klub malam tersembunyi.

Terdengar sayup-sayup suara hentakan musik dari bangunan menghiasi sepanjang malam. Menjelang pagi, mereka keluar satu persatu minim busana!. Badan mereka sempoyongan, bukan karena gempa. Mulutnya berbau minuman keras, tertawa terbahak-bahak. Naik kendaraan mengitari kota, dan menyaksikan sisa reruntuhan menjelang pagi.

Masih malam minggu yang sama, puluhan pasang anak muda merapat di dinginnya pantai padang. Sebagian mereka tersembunyi di balik kelamnya kaca mobil, batu batu besar penghalang ombak pantai. Mereka asyik bercumbu, menghiasi malam sendu.

Sebulan yang lalu. Hampir bisa dipastikan wajah pucat kuyu menghiasi wajah-wajah mereka. Ketakutan, dan ucapan terhadap keagungan Tuhan terdengar lantang. Mereka takut, azab Tuhan mengobrak abrik tubuh.

Kini semuanya telah kembali normal. Malam kelam di Kota Padang, masih terlihat jelas. Sebagian lagi, mulai normal menjalani hari-hari sebagai hamba-Nya. Mereka sadar, cepat atau lambat semua akan berakhir. Kita harus persiapkan. (akhir Oktober)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s