Pelestari Budaya Minang dari Nagari Andaleh

Tidak banyak yang resah ketika generasi muda ranah minang lebih hobi menggunakan alat musik modern,seperti gitar, piano dan drum.
Umumnya kita tidak ambil pusing, namun beda dengan nazirwan. Pemuda, yang pulang dari perantauan tahun 2000 lalu. keresahan itu, sedikit demi sedikit ia kikis. satu demi satu generasi muda di kampungnya di ajak mencintai musik dan budaya lokal.

Tidak mudah bagi nazirwan untuk membujuk mereka.bagaikan mengikis batu karang,sambil bermain domino,duduk-duduk di kedai nazirwan mulai merayu pemuda pengangguran.

Tidak cepat memang,namun kebiasaan mencintai produk dan budaya lokal berbuah manis.anggota grup kesenian yang dipimpinnya semakin meningkat hari demi hari.tidak hanya pemuda saja yang disentuhnya,siswa sekolah mulai diajari gratis,mereka dirangsang kembali mencintai khasanah kebudayaan negeri ibu.

Berbagai prestasi juga mulai diraihnya.nazirwan mencatatkan diri sebagai pemuda pelopor.undangan-undangan memainkan atraksi semakin mengokohkan kepercayaan anggota grup kebudayaan.bahkan dari dunia internasional juga menolehkan wajahnya.nazirwan tetap sederhana,tujuannya satu budaya ranah minang kembali menjadi raja di negeri sendiri.

Peduli terhadap budaya lokal,pada kondisi sekarang bukanlah langkah yang mudah.peralatan yang biasa dipakai,tidak lagi mudah didapatkan.

Bagi nazirwan penghalang itu menjadi tantangan baru.sedikit-demi sedikit walaupun awalnya berdasarkan kebutuhan,tambur,saluang,pupuik dan alat lainnya mulai diciptakan.anggota kelompok semakin dikaryakan,produk mereka laku terjual,pendapatan bertambah,pilihan menganggur mulai ditinggalkan.

Contoh saja peralatan tambur ini.dari bahan yang ada di sekeliling daerahnya,alat musik berbunyi gemuruh itu,mulai dipermak.

Berbekal peralatan seadanya,pahat,palu,kayu banio dilubangi.tidak semuanya sederhana,untuk penghalusan juga digunakan alat katam listrik.

Setelah halus,body tambur lalu dipasang kulit kambing yang sebelumnya telah dikeringkan terlebih dulu.dengan perekat rotan,alat ini siap dipakai.tentu saja perlu pembenahan,biar bentuknya indah,warna-warni pun diberi.

Peralatan itulah yang kini menghidupi nazirwan dan kelompoknya.tambur juga berdentang keras di hatinya,menguatkan pikirannya.siapapun harus mencintai negeri ini.

Orang suka saya senang..kalau orang tidak suka saya akan buat mereka suka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s