Ceritakan Tentang Indonesia dalam Indosiana.com

Eksis sebagai diri sendiri dan bangga sebagai bangsa Indonesia menjadi penting. Kadang kebanggaan dan rasa kebangsaan kita meningkat ketika klub sepakbola kita memasuki laga final dalam piala Asia. Kadang kita bersatu dalam rasa kebangsaan kita negara kita diganggu oleh negara tetangga. Ketika negara lain, protes hukuman mati yang negara kita buat, atau negara tetangga hukum mati warga kita. Kita tidak suka, kita marah, kita merasa bersama. Continue reading

Advertisements

Blogger Gratis dan Menguntungkan

Sudah banyak dari kita yang tahu blog, sebuah website gratis yang dilengkapi dengan fasilitas desain yang telah jadi. Banyak tempat untuk membuat sebuah blog di dunia maya, di antaranya blog.com, wordpress.com dan blogspot.com.

Caranya cukup sederhana dan mudah, karena sebagian panduannya sudah bisa berbahasa Indonesia. Kita tinggal mengikuti langkah-langkahnya, seperti mengisi email, mengisi password, mengisi nama blog, title blog, dan desain yang kita inginkan.

Berbagai hal melatarbelakangi seseorang untuk membuat blog. Ada yang untuk promosi perusahaan, promosi pemikiran, penyimpanan tulisan, gambar dan video. Bahkan ada yang menjadi blog sebagai tempat publikasi dan jalan untuk mendapatkan keuntungan. Berbagai macam caranya, yang dilakukan ada yang mengaplikasikannya dengan membeli domain untuk blog tersebut lalu memuat iklan, sebab blog dengan domain gratis, melarang pemuatan iklan kecuali dari perusahaan kerjasama mereka. Continue reading

Masa Depan Media Online Sekarang

New media itu media online, internet itu media masa depan. Kadang ada latah, niru ungkapan saja. Sederhana berfikir, mungkin rumit juga. Coba pahami kalimat ini, media online itu di internet, internet itu masa depan. Di masa depan semua orang pakai internet, sehingga memerlukan media online maka disebut juga media masa depan. Kalimat ini bisa juga diaduk lagi. Orang bermasa depanlah yang memakai internet dan membaca media online, karena itu gaya masa depan. Tentukan sendiri mana yang benar, kalimatnya. Continue reading

Kami memberikan Arti Pada Ketakutan ini

Satu tahun telah berlalu. Sisa reruntuhan masih terlihat juga. Daerah ini masih terlihat gamang, begitupun perasaan yang tidak pernah tenang. Goncangan 30 September 2009 silam, masih terbayang. Waktu itu rasa takut begitu menyusut. Beban profesi mendokumentasikan setiap detik peristiwa penting dan jarang terjadi, terlalu melingkupi. “Jangan lupa ambil handycam,” sebut ku kepada seluruh reporter yang sedang berjibaku membuat laporan tugas satu hari. Goyangan gempa makin mengguncang. Mereka masih ada yang bingung, sebagian besar berusaha menjalankan tugas dari suara mencari kamera, senjata kerja, sebagian kecil masih terbingung-bingung. “Gampo…gampo Continue reading

Sejuta tanya Untuk Waktunya

Pernahkah dibayangkan, jika hidup setelah mati tidak ada. Jikapun ada,pastilah semua kenikmatan hidup di dunia pastilah telah berakhir. Semua yang kita miliki, akan menjadi milik orang lain. Hanya sebuah kenangan indah yang menimbulkan kesedihan bagi yang merasa memiliki.

Dengan cara apakah hidup kita dunia ini berakhir. Meninggal karena tua dan sakit?mati karena kecelakaan, tewas dibunuh? Munkin saja karena gempa.Bisa jadi. Bisakah kita tahu?atau bisakah kita memilih?. Itu masih menjadi rahasia dan terjawab ketika masa itu datang. Continue reading

Normal Kembali Tidak Normal

Satu bulan berlalu. Gempa tujuh koma, yang menghancurkan Kota Padang dan sekitarnya mulai menghilang di balik kenangan. Walaupun sisa reruntuhan gedung dan debu masih menghiasi ibukota Sumatera Barat.

Pada malam Minggu, akhir Bulan Oktober. Tidak jauh dari reruntuhan bangunan di daerah Pondok. Puluhan sepeda motor dan mobil kembali parkir, di halaman sebuah klub malam tersembunyi. Continue reading

Takut Itu Masih Ada.

Gedung Gamma hancur lebur Aku tidak tahu apa yang ingin kupikirkan melihat reruntuhan gempa yang berserakan di gedung bekas tempat Lembaga Pendidikan Gama. Debu masih saja berterbaran di sekitar daerah yang telah ditutupi seng tersebut.

Perasaan yang sama juga terjadi jika memperhatikan seluruh reruntuhan di Kota Padang ini. Kota tempat ku dilahirkan, dibesarkan dan tempat mencari makan tidak pernah bisa menutupi kelamnya Gempa akhir September lalu. Continue reading